Om Kendrik dan Ibu Sumi

Om Kendrik dan Ibu Sumi

Saya punya seorang Om, Om Kendrik namanya. Om Kendrik punya seorang istri yang kami panggil dengan Ibu, Ibu Sumi. Iya, biasanya pasangan dari Om adalah Tante, tapi dalam konsep kami kali ini pasangan dari Om adalah Ibu hehe. Kalau berbicara hubungan saudara, keluarga saya dan keluarga Om Kendrik tidak ada hubungan darah sama sekali, paling juga saudara seiman dan sebangsa serta setanah air saja. Tapi yang saya dan kami semua tau, kalau sudah Om ya Om Kendrik. Sejarahnya begini, dahulu itu Om Kendrik dan keluarganya ngontrak di dekat rumah kami. Sepertinya Ibu sering datang ke rumah walau tidak tau karena keperluan apa, bisa jadi karena memang muslim adalah minoritas di lingkungan rumah kami atau karena hal lainnya. Intinya semenjak itu sepertinya kami menjadi dekat, bahkan terkadang sangat amat dekat.

Om Kendrik ini adalah seorang polisi, polisi yang ‘bandal’ bisa dikatakan hahaha, tempramennya cukup keras, bicara juga sesuka hati saja. Tapi selama yang saya ingat, kami ntah bagaimana tidak ada masalah dengan hal itu, ya mungkin karena beliau juga tidak berkata dan bersikap kasar ke kami. Namun bisa dikatakan bahwa satu Polres Kota Sidikalang tau betapa menyeramkan dan menakutkannya Om Kendrik ini hehehe. Bahkan Om Kendrik ini tidak takut sama sekali dengan pimpinannya sodara-sodara, membangkang sudah menjadi hobbynya sepertinya, ntahlah itu adalah cerita yang cukup santer dan selalu saya dengar. Tapi tau fakta mengejutkan? Om Kendrik ini takut sekali kepada Papa, takut yang segan begitu loh.

Jadi pernah suatu waktu ketika saya masih sekolah, saya diminta Papa untuk nelpon Om Kendrik. Ada hal yang ingin disampaikan, begitu kata Papa. Lalu saya menelpon Om Kendrik,

Saya: “Hallo, Om lagi dimana?”

Om: “Om lagi tugas ini di (beliau menyebutkan nama daerahnya yang cukup jauh)”

Saya: “Oh begitu…”

Om: “Kenapa rupanya”

Saya: “Ngga, tadi Papa nyuruh telpon. Kata Papa kalau Om ngga sibuk disuruh ke rumah, ada yang mau dibilang sama Papa”

Om: “Papa kenapa”

Saya: “Ngga papa kok Om, ngga mendesak juga. Ntar aja kalau Om ga sibuk baru datang ke rumah”

Voila, kurang dari satu jam Om sudah ada di rumah. Kita semua kaget dan saya dipelototin sama Papa, dikira ngomong hal-hal aneh. Padahal ngga sumpah! Dan ya emang Papa ngga ngomong hal penting, Cuma ada yang mau dibicarakan sedikit aja, tapi si Om langsung tancap gas setelah saya telpon.

Walau Om terkenal menyeramkan dan menakutkan di kalangan Polres, saya akui bahwa Om sosok yang menyenangkan dan sangat hangat kepada kami semua. Marah sih suka eh atau lebih ke memberi nasehat sih bukan marah-marah ngebentak begitu, paling marah kalau kami sudah tidak berada sesuai alur. Adik saya yang paling kecil adalah orang yang sering kena nasehat dari Om hahaha. Kami cenderung sangat dimanjakan oleh Om dan Ibu, pun kami jadinya terlalu manja sama mereka semua. Fasilitas kemudahan jika berurusan dengan kepolisian tentu saja menjadi nilai tambahan lainnya yang kami peroleh. Karena Om memang sosok yang lumayan ditakuti, ya kami semua kena berkahnya. Semacam tidak ada yang berani nyentuh deh hahaha. Tapi tentu saja, kami juga tidak aneh-aneh kok.

Sudah lama Om pindah tugas ke daerah Batu Bara, suatu daerah pesisir yang cukup jauh dari Sidikalang. Sejak saat itu komunikasi kami hanya terhubung dari sosial media atau Mama yang terkadang nelpon. Beberapa kali kami juga melakukan kunjungan singkat sih, namun untuk pertama kalinya kami melakukan kunjungan cukup lama bahkan sampai menginap di rumah Om. Tepatnya beberapa bulan yang lalu. Saya tau Om sangat senang kami datang, Papa dan Mama datang bahkan sampai menginap di rumahnya. Foto di atas menceritakan semuanya, kami menginap di rumah dinas Om.

Beneran ya, saudara itu bisa hadir dari mana saja. Tidak melulu tentang hubungan darah, tapi bisa lebih dari itu. Contohnya saja keluarga saya dan keluarga Om, hubungan kami cukup dekat walau tidak ada hubungan daeah sama sekali. Kalian bagaiman? Ada cerita saudara yang tidak ada hubungan darah juga ga?

You may also like...

1 Response

  1. Febi berkata:

    Orang lain bisa jadi saudara kalau baik, bgitu juga sebaliknya ya..hehe..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.