KAMU ISLAM SEJAK KAPAN?

Saya akui bahwa saya sering memiliki pertanyaan liar, terkait apapun, bahkan terkait agama dan terkait Tuhan. Saya sedari kecil Islam, dari kakek nanek sudah Islam. Keluarga kami memiliki budaya diksui yang kuat, kiya bebas beratanya apapun kepada orang tua. Ketika Poli (Suku Pakpak menyebut Kakek dengan panggilan Poli)  saya masih hidup, saya sering diskusi dan dikasih nasehat oleh Poli saya. Salah satu perkataan dari Poli yang paling saya ingat adalah, ketika terjadi perdebatan antara agama dan adat maka dahulukan agama. Tidak seperti keluarga Pakpak yang lain yang cenderung mengutamakan adat, keluarga kami akan selalu mengutarakan agama.

Sedari kecil saya sudah diajarkan ilmu agama, mulai dari masuk pengajian setiap sore dari Senin hingga Jumat, hingga mengenyam pendidikan SMP dan SMA di salah satu pesantren modern yang ada di kota Medan. Ketika belajar di Pesantren, saya ingat bahwa ada satu mata pelajaran Namanya Al-Adyan. Dimana Adyan ini mempelajari pebandingan-perbandingan dari setiap agama, jadi saya sudah terbiasa membicarakan perbandingan agama sejak SMA. Hal apa saja yang diperbolehkan dalam agama A dan apa saja yang tidak diperbolehkan di dalam agama B serta hal-hal lainnya.

Ketika kuliah saya masuk ke dalam organisasi LDK (Lembaga Dakwah kampus), di LDK saya cukup aktif walau saya memakai celana jins (mayoritas akan LDK akan menggunakan rok dan berhijab panjang). Kembali ke pembahasan di awal, saya kerap menanyakan pertanyaan-pertanyaan liar ketika ada forum diskusi di organisasi. Seperti, kenapa sih anak baru lahir diazanin? Serta pernah bertanya, bisakah Allah menciptakan batu yang sangat besar hingga Allah sendiri tidak bisa mengangkatnya? Ya pertanyaan liar semacam itu. Dan tentu saja pertanyaan saya dijawab, walau kemudian saya dilihatin mungkin dianggap aneh. Namun bagi saya pertanyaan saya tidak terjawab, karena senior-senior di Ishlah sering kali menjawab hanya dengan ”Wallahu a’lam”. Jujur bagi saya itu bukanlah jawaban yang saya inginkan, beneran tidak sesuai dengan harapan saya.

Sampai kemudian di semester 5 perkuliahan, saya masuk ke organisasi baru. Organisasi eksternal kampus namun masih organisasi islam. HMI Namanya. Ketika mengikuti pelatihan dasar di HMI saya dibuat terkaget-kaget karena ada materi terkait ketuhanan dan filsafat. Ya mereka menyatukan filsafat dengan hakikat ketuhanan. Diskusi dimulai dari pertanyaan “Tuhan itu ada dimana?” Mayoritas kita akan jawab Tuhan itu di hati, di langit dan jawaban-jawaban lainnya yang semua jawaban itu bisa dimentahkan.

Wah pada saat itu saya benar-benar berfikir keras, sebisa mungkin saya mendebat semua hal, dan tentu saja saya kalah. Sampai muncul suatu pertanyaan “Kamu Islam sejak kapan? Sejak lahir? Kamu Islam turunan? Islam warisan ya kamu?” itu benar-benar menjadi titik balik dalam kehidupan saya dan buat saya berfikir banyak banget. Wah ga terima nih saya kalau dibilang Islam turunan, tapi kalau bukan Islam turunan bagaimana dong cara menjelaskannya, bagaimana cara untuk membela dirinya. Pikiran itu benar-benar berkecamuk di dalam diri saya. Diskusi sejak malam hingga pagi itu masih belum memberikan pencerahan-pencerahan di dalam diri saya.

Hingga kemudian berbulan-bulan setelahnya saya aktif ikut diskusi, saya rajin membaca dan sering bertanya. Saya mencari sendiri agama saya, saya mencari sendiri Tuhan saya dan saya menemukannya. Mungkin pencarian itu masih berlansung hingga kini dan mungkin pencarian itu sudah selesai. Namun satu hal yang pasti, sekarang saya tau kenapa saya Islam dan kenapa saya memilih agam Islam Setidaknya sekrang saya bisa menjawab ketika ada yang bertanya “Mengapa kamu Islam? Sejak kapan kamu Islam?”

You may also like...

1 Response

  1. Mamak Rempong berkata:

    hufhhhh…..deg degan bacanya gue beebb. pertanyaan lo mengingatkan gue sama rasa ingin tau anak anak gue hahahha

    mennjelaskan konsep ke-Tuhanan, sungguh bukan perkara mudah. butuh ilmu yang cukup

    aakhh makasih ya udah sharing hal sensitif seperti ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *