BAGAIMANA AGAR ANAK GEMAR MEMBACA?

Jika saya ditanya orang-orang yang menginspirasi hidup saya, sejujurnya saya punya banyak sekali. Kapan-kapan mungkin saya bisa ceritakan cerita-cerita mereka kepada kalian, orang-orang hebat yang sangat mengispirasi. Namun kali ini saya mau ceritakan satu sosok yang menurut saya sangat menginspirasi bagi saya, mungkin juga karena sosok ini salah satu sosok hebat yang saya baru lihat langsung karyanya dan otomatis langsung menginspirasi saya.

Namanya Fitri tapi kami terbiasa memanggilnya Kak Pipit, kakak sepupu saya, anak Om saya. Kalau dalam kesukuan kami (Suku Pakpak) ini kakak saya karena kami sama-sama terhubung di garis Ayah. Ayahnya dan Ayah saya abang adik kandung. Kalau diingat-ingat saya tidak memiliki banyak kenangan dengan Kak Pipit, mungkin karena jarak umur saya yang cukup jauh dengan beliau. Yang saya ingat justru hal buruk yang saya lakukan (ini jadi sekalian buat pengakuan dosa, walau dahulu sekali saya sudah pernah minta maaf ke beliau). Saya dulu pernah nyolong hena beliau ketika Kak Pipit menikah, ngga paham juga apa yang ada di fikiran kepala saya saat itu, but I did it and Iā€™m sorry for what I did.

Awal tahun lalu, di bulan Februari, saya dan keluarga melakukan tour Pulau Sumatra dan mengunjungi rumah Kak Pipit memang masuk ke dalam salah satu agenda kami. Kak Pipit dan keluarga saat ini menetap di Pariaman, Sumatra Barat. Saya sudah tau dari dulu bahwa Kak Pipit meniadakan TV di rumahnya, alih-alih TV Kak Pipit justru menyediakan internet dan bacaan yang banyak buat anak-anaknya. Hal tersebut menjadikan anak-anaknya sangat amat gemar membaca, mereka beneran tahan baca buku, dan kalau ke rumah orang juga ga bisa liat buku nganggur haha. Sejak kecil saya sudah melihat anak-anak Kak Pipit seperti itu.

Menurut saya ini point bagus banget untuk meningkatkan minat baca pada anak, dimana saat ini rasanya sangat jarang orang yang memiliki minat untuk membaca. Sudah tau kan kalau masyarakat Indonesia itu minim literasi? Makanya netizen kita gampang sekali diarahkan dan diadu domba. Dengan menumbuhkan minat membaca sedini mungkin, anak pasti akan terbiasa dengan bacaan dan justru menjadi merasa kehilangan ketika tidak membaca. Walau mungkin membaca bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan informasi, tapi saya tipe orang yang percaya bahwa membaca adalah salah satu cara untuk menjadi cerdas. Logika kita diajak bekerja, imajinasi menjadi terbangun, informasi bertambah, belum lagi kosa kata yang sudah tentu menjadi kaya. Saya pribadi memiliki keinginan bahwa anak-anak saya nanti juga akan menjadi anak-anak yang gemar membaca, tidak masalah kalau mereka gemar membaca komik dulu, tinggal diganti perlahan-lahan nanti ke bacaan yang lebih berat lagi. Namun setidaknya minat untuk membaca itu sudah terbangun sedini mungkin.

Tentu saja ketika kita menginginkan anak suka membaca kita juga harus menjadi orang tua yang suka membaca? Kak Pipit juga termasuk yang suka membaca, hal tersebut dapat dilihat bahawa beliau memiliki perpustakaan sendiri yang terbuka untuk publik. Jadi Kak Pipit dan suami memiliki perpustakaan yang mereka bangun di kawasan tempat tinggal nelayan, keren sekali bukan? Memiliki perpustakaan pribadi saja sudah menjadi impian saya, konon lagi perpustakaan itu bisa diakses orang masyarakat umum. Membayangkan menjadi manusia yang sangat bermanfaat begitu saja sudah bikin saya senang.

Perpustakaan itu berada di wilayah perumahan nelayan yang ada di salah satu pantai di Pariaman, lokasinya tak jauh dari sekolah PAUD milik Kak Pipit. Iya Kak Pipit juga memiliki sekolah PAUD untuk masyarakat sekitar, sudah berjalan beberapa tahun dan siswanya juga saat ini sudah cukup banyak. Waktu saya ke sana Februari lalu sedang tidak ada proses belajar mengajar, jadi tidak bisa melihat langsung aktifitas anak-anak yang ada di sana. Rencananya sih kapan-kapan kalau ada waktu dan rezeki lagi pengen rasanya main ke sana dan melihat langsung aktifitas anak-anak yang ada di sana. Lebih bagus lagi kalau saya bisa membawa bahan bacaan baru untuk anak-anak yang ada di sana.

Oh ya baru-baru ini Kak Pipit juga baru saja menerbitkan bukunya loh, wah makin buat kagum ga sih. Beneran sangat menginspirasi sih bagi saya. Seorang Ibu, juga aktif dalam kegiatan di publik sekaligus bisa menerbitkan buku. Beneran tipe perempuan yang bisa membereskan ranah domestiknya, tapi juga aktif di publik. Saya pribadi berharap setidaknya bisa mengikuti hal baik yang sudah dilakukan oleh Kak Pipit. Karena bukankah sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain? Jadi mari kita berlomba dalam hal kebaikan dan memberikan manfaat kepada orang lain. Semoga cerita Kak Pipit ini bisa menginspirasi kita semua ya

You may also like...

1 Response

  1. Febi berkata:

    Setuju, baca hal yg bermanfaat, gerbang pengetahuan šŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.